image
HomeLatest Updates and Articles
Mengoptimalkan Pengambilan Keputusan dengan Berpikir Kritis: Strategi untuk Mengurangi Bias dan Kesalahan dalam Mengambil Keputusan

Mengoptimalkan Pengambilan Keputusan dengan Berpikir Kritis: Strategi untuk Mengurangi Bias dan Kesalahan dalam Mengambil Keputusan

Pernahkah Faxtorians merasa orang pintar karena dia cantik? Atau pernah kalah dalam bermain permainan tapi menyalahkan teman? Jika, jawabannya iya, mungkin Anda pernah terjebak dalam bias kognitif!

image
Mengoptimalkan Pengambilan Keputusan dengan Berpikir Kritis: Strategi untuk Mengurangi Bias dan Kesalahan dalam Mengambil Keputusan

Key Points:

1. Bias kognitif merupakan hal yang umum dan sulit ditolak

2. Dalam mengambil keputusan kita sering menaruh bias, sehingga terkadang mengambil keputusan yang kurang tepat. 

3. Kemampuan berpikir kritis dapat mengurangi bias sehingga menjadi pemikir yang baik dan menghindari keputusan yang buruk.


Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai berbagai jenis dari bias kognitif. Seringkali dalam menghadapi sesuatu kita cenderung memilih keputusan yang cepat namun belum tentu tepat. Untuk me-refresh kembali, bias kognitif didefinisikan sebagai error dalam berpikir yang terjadi ketika sedang memproses atau menginterpretasi informasi sekitar dan memengaruhi keputusan dan prasangka yang dibuat. Pernahkah Faxtorians merasa orang pintar karena dia cantik? Atau pernah kalah dalam bermain permainan tapi menyalahkan teman? Jika, jawabannya iya, mungkin Anda pernah terjebak dalam bias kognitif!


Berpikir Kritis Mengurangi Bias Kognitif

Bias kognitif (cognitive bias) jika tidak kita kontrol dapat banyak memengaruhi pengambilan keputusan. “Error” dalam berpikir ini ternyata dapat dihindari salah satunya dengan berpikir kritis. Pada dasarnya, bias kognitif cenderung terjadi karena jalan pintas mental atau berpikir heuristik yang membawa kita ke penilaian yang cepat dan efisien. Error dalam bias kognitif bukan sesekali terjadi penyimpangan atau kesalahpahaman logika. Namun, merupakan hal yang sangat umum dan sulit ditolak. Mengetahui informasi kapan dan bagaimana kondisi error dapat dikurangi, dapat berguna agar berpikir kritis bisa menjadi dasar strategi menghindari error (Battersby & Bailin, 2013).


Antara Pengambilan Keputusan dan Bias Kognitif

Kemampuan kita dalam mengambil keputusan (decision making) dengan tepat dapat dimulai dari hal paling awal dilakukan setiap harinya, saat bangun tidur pun kita harus mengambil keputusan, ingin berdiam diri di kasur atau langsung beranjak pergi mandi? Dalam pengambilan keputusan pun kita sering menaruh bias yang tinggi, sehingga membuat kita terkadang mengambil keputusan yang kurang tepat. Dalam konteks yang lebih luas, pengambilan keputusan yang buruk dapat berdampak seperti kerugian ke berbagai pihak, terjebak penipuan, percaya teori konspirasi, dan lainnya. Keputusan yang berbias terasa sangat natural dan terbukti secara otomatis, kita sering terbutakan oleh bias sendiri, sehingga kita tidak sadar bagaimana bias memengaruhi keputusan yang diambil (Korteling et al., 2023). Cara berpikir heuristik yang lebih “efisien” pada bias kognitif dapat membuat keputusan buruk di banyak situasi, bahkan situasi yang tanpa kompleksitas, ketidakpastian atau batasan waktu (Korteling et al., 2018).


Peran Berpikir Kritis dalam Pengambilan Keputusan

Berpikir kritis (critical thinking) menjadi hal dasar yang perlu dimiliki individu. Dalam berbagai setting, memiliki pemikiran kritis sangat penting untuk menghadapi dunia yang kompleks ini. Berpikir kritis dapat membantu Faxtorians menjadi tameng dari banjirnya informasi baru yang diterima. Kenapa kita perlu kritis dalam berpikir? Moore (1967) memandang bahwa ide-ide dan kemungkinan yang ada perlu untuk dievaluasi dengan kritis. Berangkat dari kekritisan ini, Faxtorians dapat melihat jelas kondisi yang ada dengan mengumpulkan, mengevaluasi, dan menggunakan ide-ide secara efektif, mencapai hasil dan solusi matang yang relevan untuk masalah kompleks. Pengambilan keputusan dapat dioptimalkan dengan mengasah kemampuan berpikir kritis kita. Mengambil keputusan yang tepat terhadap banyaknya informasi menjadi goal dalam berpikir kritis, yang dimana hal ini membantu si pembuat keputusan memiliki perspektif yang berbeda dan memilah informasi secara spesifik (Turan et al., 2019).


Strategi Mengoptimalkan Berpikir Kritis

Sampai disini, kita dapat melihat keterkaitan antara berpikir kritis dengan bias kognitif dan pengambilan keputusan. Bias kognitif dapat sedikit banyak memengaruhi kita dalam mengambil keputusan. Bagaimana pun juga kita bisa mencoba untuk mengurangi bias dengan melihat kondisi secara lebih objektif melalui pemikiran yang kritis. Banyak strategi untuk meningkatkan berpikir kritis, diantaranya sebagai berikut:

1. Mengenali kemungkinan bias

Semua orang mempunyai bias yang disadari atau tidak. Penting untuk mengetahui bias tersebut dapat memengaruhi kita dalam situasi yang seperti apa. 

2. Melihat dari perspektif lain

“Melepas” diri kita terhadap sisi dan pengalaman baru dapat memperluas pengetahuan dan mengurangi bias. Terlebih lagi, pada masa yang sudah serba cepat kita dapat dengan mudah memahami berbagai perspektif dari berbagai perbedaan yang ada. Pemahaman ini dapat membantu untuk lebih hati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.

3. Bertanya 

Pertanyaan dapat menstimulasi pemikiran yang kritis. Hal ini membantu kita untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mencari solusi. Pertanyaannya pun harus tepat juga, bukan sekedar menanyakan hal dengan jawaban “Ya” dan “Tidak”. Justru, open-ended question seperti pertanyaan “Bagaimana” dan “Kenapa” dapat lebih menstimulasi kemampuan penalaran (reasoning)

4. Refleksi

Kita mengulas kembali hasil dari pemikiran dan keputusan yang sudah dibuat. Merefleksikan pikiran dan terbuka terhadap feedback dapat membantu untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan sehingga dapat mengembangkan skill critical thinking.


Memperkuat kemampuan berpikir kritis mungkin membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Terlebih, bagaimana kita berpikir dipengaruhi juga oleh keadaan emosional saat itu. Namun, dengan kemampuan berpikir kritis yang baik maka bias dapat dikurangi sehingga menjadi pemikir yang baik dan menghindari keputusan yang buruk.


Seperti itu penjelasan singkat mengenai critical thinking, cognitive bias, dan decision making serta strategi berpikir kritis. Ternyata, bias kognitif sangat memengaruhi kita dalam bertindak, terutama dalam mengambil keputusan. Jika kita terbiasa untuk berpikir kritis dalam menghadapi suatu kondisi, tidak sering kita terjebak dalam bias berpikir. 


Faxtorians bisa mengoptimalkan pengambilan keputusan dengan mengasah kemampuan berpikir kritis agar bias kognitif dapat dikurangi. Dengan mengetahui strategi berpikir kritis Faxtorians bisa mengurangi dan mengoptimalkan, sekali mendayung dua tiga pulau terlewati!


Referensi

image
Written By
Salsabila Eka Ranansyah
Related Article
image
Between Hate or Dislike learning proces...
Beberapa dari kita mungkin sudah tidak asing denga...
24 Oct 2023
image
Tingkatkan Produktivitas Kerja dengan De...
Di era industri 4.0 ini, fleksibilitas dunia kerja...
04 May 2023
image
Apakah Kepribadian Tetap Sama dari Waktu...
Dewasa ini kita mungkin sudah cukup sering mendeng...
02 Apr 2023
image
Faxtor Jalin Kolaborasi Dengan Game Deve...
Bandung, 17 Desember 2020 - Faxtor Indonesia sebag...
17 Dec 2022